GELOMBANG MEKANIK

.

Hai … Apa khabar para Peselancar Fisika yang berbahagia…
Mudah-mudahan fine-fine aja ya. Ok kawan…. sukses ya, Anda kini telah sampai pada bahasan tentang gelombang Mekanik. Bahasan yang sangat mudah dipahami bila Anda tekun mengkaji dan rajin belajar ataupun berlatih menyelesaikan soal-soal latihan. Mudah-mudahan Belajar Fisika SMA di blog ini, dapat membantu Anda   memahami tentang Gelombang Mekanik,semoga ya…
Ok kawan… kita mulai aja yuk kajiannya.
Getaran_Gelombang
sinusoide gerak gelombang
Gelombang adalah gangguan yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat vakum, gelombang juga dapat merambat pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya memulihkan yang lentur). Gelombang berjalan dapat memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel dari mediumnya berpindah secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal. Bahkan, setiap titik khusus, hanya berosilasi di sekitar satu posisi tertentu.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Gelombang)

Jenis Gelombang
Ditinjau dari arah getar (gangguan/usikan), gelombang dibedakan menjadi gelombang transversaldan gelombang longitudinal. Sedangkan ditinjau dari medium perambatannya, gelombangdibedakan menjadi gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.
Gel. Transversal
Gel. Transversal
Gel. Longitudinal
Gel. Longitudinal
Gelombang Stasioner
Gelombang stasioner adalah gelombang yang amplitudonya berubah terhadap posisi. Gelombang tersebut dapat terbentuk dari perpaduan atau superposisi dua gelombang yang memiliki amplitudo, panjang gelombang dan frekuensi yang sama, tetapi arahnya berlawanan.
Gelombang Stasioner
Gelombang Stasioner
Pada ilustrasi grafis gelombang stasioner diatas, partikel-partikel yang dilalui gelombang bergetar naik turun dengan amplitudo berbeda, bergantung pada posisinya. Titik-titik yang mempunyai amplitudo maksimum disebut perut (P) dan titik-titik yang mempunyai amplitudo minimum (nol) disebut simpul (S).
Gejala Gelombang
1. Pemantulan
Pada peristiwa pemantulan gelombang akan berlaku hukum pemantulan gelombang yaitu sudut pantul sama dengan sudut datang. Artinya, ketika berkas gelombang datang membentuk sudut θ terhadap garis normal (garis yang tegak lurus permukaan pantul), maka berkas yang dipantulkan akan membentuk sudut θ terhadap garis normal.
Pemantulan Gelombang
Pemantulan Gelombang
2. Pembiasan
Pembiasan gelombang (refraksi) adalah pembelokan arah muka gelombang ketika masuk dari satu medium ke medium lainnya. Adakalanya pembiasan dan pemantulan terjadi secara bersamaan. Ketika gelombang datang mengenai medium lain, sebagian gelombang akan dipantulkan dan sebagian lainnya akan diteruskan atau dibiaskan. Refraksi terjadi karena gelombang memiliki kelajuan berbeda pada medium yang berbeda.
Pemantulan dan Pembiasan Gelombang
Pemantulan dan Pembiasan Gelombang
3. Interferensi
Interferensi gelombang adalah perpaduan atau superposisi gelombang ketika dua gelombang atau lebih tiba di tempat yang sama pada saat yang sama. Interferensi dua gelombang dapat menghasilkan gelombang yang amplitudonya saling menguatkan (interferensi maksimum) dan dapat juga menghasilkan gelombang yang amplitudonya saling melemahkan (interferensi minimum).
Interferensi_mak-min
Interferensi_mak-min
4. Difraksi
Difraksi gelombang adalah peristiwa pembelokan gelombang ketika melewati celah sempit atau penghalang.
Difraksi Gelombang
Difraksi Gelombang

0 komentar:

Poskan Komentar